Kamis, 16 Februari 2012

psikologi perkembangan semester 3 uin-suka

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN (BAB IV)

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi perkembangan, dengan dosen pengampu : Dra. Nadlifah, M. Pd.




Nama :
1. Yunita Fatma pertiwi 10470060







KEPENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN KALIJAGA
SEMESTER GASAL TAHUN 2011/2012

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sangatlah penting untuk dipelajari sebagai acuan menjadi seorang pendidik maupun acuan sebagai mahasiswa. Agar kita semua mampu mengetahui faktor keturunan, lingkungan dan pengaruh ketentuan Allah dalam perkembangan.
Pembahasan ini sangatlah penting agar kita semua dapat menyimpulkan faktor-faktor yang menjadi perkembangan individu menjadi berbeda.
Kesalahn yang terjadi sering kali orang hanya memandang dari satu faktor saja, tanpa memperdulikan faktor lainya. Padahal pada dasarnya ketiga faktor tersebut sangat ber eratan. Maka dari itu tujuan pembuatan makalah ini diharapkan agar kita bisa lebih jeli dalam meneliti perkembangan individu .
B. Rumusan Masalah
1. Apa arti perkembangan?
2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan?
3. Dalam perspektif islam faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan?








BAB II
PEMBAHASAN
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN
A. Pengertian Perkembangan
Bahwasanya bertumbuh itu tidak sama dengan bertumbuh berkembang. Bagian pribadi yang materiil serta kuantitatif mengalami pertumbuhan, sedangkan pribadi fungsional yang kualitatif mengalami perkembangan. Penggunaan istilah pertumbuhan bila titik beratnya perubahan fisi, sedangkan istilah perkembangan dipakai lebih menekankan perubahan psikis.
Perkembangan merupakan suatu perubahan, dan perubahan ini tidak bersifat kuantitatif, melainkan kualitatif. Perkembangan tidak ditekan pada segi materiil, melainkan pada segi fungsional. Dari uraian ini, perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan kualitatif daripada fungsi-fungsi.
Perubahan sesuatu fungsi adalah disebabkan oleh adanya proses pertumbuhan materiil yang memungkinkan adanya fungsi itu, dan disamping itu, disababkan oleh karna perubahan tingkah laku hasil belajar. Dengan demikian, kita boleh merumuskan pengertian perkembangan pribadi sebagai perubahan kualitatif dari setiap fungsi kepribadian akibat dari pertumbuhan dan belajar.
Fungsi-fungsi kepribadian manusia berhubungan dengan aspek jasmaniah dan aspek kejiwaan. Fungsi-fungsi kepribadian yang jasmaniah misalnya :
1. Fungsi motorik pada bagian-bagian tubuh.
2. Fungsi sensoris pada alat-alat indra.
3. Fungsi neurotik pada sistem saraf.
4. Fungsi seksual pada bagian-bagian tubuh yang erotis.
5. Fungsi pernapasan pada alat pernapasan.
6. Fungsi peredaran darah pada jantung dan urat-urat nadi.
7. Fungsi pencernaan makanan pada alat pencernaan.
Sedangkan fungsi kepribadian yang bersifat kejiwaan misalnya :
1. Fungsi perhatian
2. Fungsi pengamatan
3. 3.fungsi tanggapan
4. Fungsi ingatan
5. Fungsi fantasi
6. Fungsi pikiran
7. Fungsi perasaan
8. Fungsi kemauan
Setiap fungsi yang disebutkan diatas, baik yang jasmaniyah maupun yang kejiawaan, dapat mengalami perubahan. Perubahan pada fungsi-fungsi tersebut tidak secara kuantitatif, melainkan lebih bersifat kualitatif. Perubahan yang kealitatif tidak dapat dikayakan sebagai pertumbuhan., melainkan sebagai perkembangan.
Dalam Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Perkembangan adalah perihal berkembang mekar, terbuka membentang, menjadi besar, luas, banyak, dan sebagainya. Kata berkembang tidak saja meliputi aspek yang bersifat abstrak dalam hal kualitas, seperti pikiran dan pengetahuan, namun jiga bersifat konkret yang menunjukan perkembangan positif.
Perkembangan (development) adalah suatu proses tahapan pertumbuhan ke arah yang lebih maju. Perkembangan melibatkan proses perubahan kualitatif yang mengacu pada mutu-mutu fungsi organ jasmaniyah.
Menurut Werner (1957), perkembangan sesuai dengan prinsip orthogenetis, yaitu perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdeferensiasi sampai pada keadaan diferensiasi, artikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap.
Perkembangan juga diartikan sebagai “ perubahan yang progresif dan kontinyu (berkesinambungan) dalam diri individu dari mulai lahir sampai mati. Pengertian lain dari perkembangan adalah “ perubahan-perubahan yang di alami individu atau organisme menuju tingkat kedewasaanya atau kematanganya (maturation) yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan, baik menyangkut fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah)”.
Yang dimaksud dengan sistematis, progresif, dan berkesinambungan itu adalah sebagai berikut :
1. Sistematis, berarti perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling kebergantungan atau saling mempengaruhi antara bagian-bagian organisme (fisik dan psikis) dan merupakan satu kesatuan yang harmonis.
2. Progresif, berarti perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat, dan mendalam (meluas) baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis).
3. Berkesinambungan, berarti perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara beraturan dan berurutan, tidak terjadi kebetulan atau loncat-loncat.
Istilah perkembangan dimaksudkan untuk menunjukan perubahan-perubahan dalam bentuk atau bagian tubuh dan integrasi berbagai bagianya ke dalam suatu kesatuan fungsional, bila pertumbuhan itu berlangsung. Perkembangan hanya dapat diamati dengan memperhatikan perubahan-perubahan dalam bentuk-bentuk tingkah laku pada saat telah tercapai kematangan.
B. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan
Perkembangan anak tidak berlangsung secara mekanis-otomatis, sebab perkembangan terjadi sangant bergantung pada beberapa faktor. Faktor tersebut antara lain :
1. Nativisme
Para ahli yang mengikuti aliran nativisme berpendapat bahwa perkembangan individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Natus berarti ‘lahir’, perkembangan individu semata-mata tergantung dari pembawaannya. Menurut teori ini, pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa-apa. Pandangan seperti ini disebut dengan “pesimisme paedagogis”.
a. Faktor herediter (warisan sejak lahir/bawaan).
Heredis merupakan faktor pertama yang mempengaruhi perkembangan individu. Dalam hal ini hereditas diartikan sebagai “ totalitas karakteristik individu yang diwariskan orang tua kepada anak, atau segala potensi, baik fisik maupun psikis yang dimiliki individu sejak masa konsepsi ( [pembuahan ovum oleh sperma) sebagai pewarisan dari pihak orang tua melalui gen-gen”.
2. Empirisme
Aliran ini bertentangan dengan aliran narivisme. Pengikut aliran empiris berpendapat bahwa perkembangan itu semata-mata berasal dari faktor lingkungan. Tokoh utama aliran ini adalah John Locke (1632-1704). Doktrin aliran ini terkenal dengan teori “tabula rasa”. Doktrin tabula rasa ini menekankan pentingnya arti pengalaman, lingkungan, dan pendidikan dalam arti perkembangan manusia itu semata-mata tergantung dari lingkungan dan pengalaman pendidikanya, sedangkan bakat dan pembawaan sejak lahir dianggap tidak ada pengaruhnya.

3. Konvergensi
Aliran ini merupakan gabungan antara aliran empirisme dan aliran nativisme yang mengabungkan arti nereditas (pembawaan) dengan lingkungan sebagai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan. Tokoh utama konvergensi Louis William Stem (1871-1938) menganggap bakat sebagai kemungkinan yang telah ada pada masing-masing individu dapat dikembangkan apabila di tunjang dengan pengaruh lingkunganya.
Sedangkan menurut Elfi Yuliani Rocmah perkembangan anak tidak berlangsung secara mekanis-otomatis, sebab perkembangan terjadi sangat bergantung pada beberapa faktor secara simultan. Faktor tersebut antara lain :
a. Faktor herediter (warisan sejak lahir/bawaan)
b. Faktor lingkungan yang menguntungkan atau merugikan
c. Kematangan fungsi-fungsi organis dan psikis
d. Aktifitas anak sebagai subyek bebas yang berkemauan, kemampuan seleksi, bisa menolak atau menyetujui, punya emosi, serta usaha membangun diri sendiri (Kartini Kartono, 1995:21)
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dalam perspektif islam
Salisu Shebu (1999) menyatakan bahwa bukan hanya faktor hereditas dan lingkungan yang penting dalam mempengaruhi perkembangan manusia. Dalam perspektif islam penting untuk di ingat, bahwa faktor ketentuan Allah merupakan hal juga mempengaruhi proses perkembangan.
Untuk memberikan kejelasan, beberapa bukti tertulis dari Al-Quran dan Sunah yang membenarkan pengaruh hereditas dan lingkungan pada perkembangan manusia, maka akan dijelaskan sebagai berikut :
1. Pengaruh Hereditas dalam Perkembangan
Muslim meriwayatkan dari Thauban, bahwa seorang Yahudi datang dan bertanya kepada Nabi berbagai pertanyaan (sebagai usaha untuk menentang kebenaran kenabianya). Pertanyaanya adalah tentang penentuan jenis kelamin, bagaimana terjadinya? Nabi menjawab sebagai berikut : “ sperma pria adalah putih dan sel telur perempuan kekuning-kuningan. Jika mereka bertemu (terjadi pembuahan) dan sperma pria mengungguli seltelur perempuan, hasilnya akan menjadi jenis kelamin laki-laki dengan seizin Allah, dan jika sel telur perempuan mengguguli sel aperma pria hasilnya akan menjadi perempuan dengan seizin Allah”
Setelah nabi menjawab demikian, orangyahudi itu mengatakan, dan dia adalah benar seorang Nabi.
Walaupun demikian Ibn al-Qayyim, memperingati bahwa penentuan jenis kelamin ini tidak dapat dipahami sebagai hal yang semata-mata di tentukan oleh alam. Karena hal tersebut merupakan urusan yang sepenuhnya tergantung pada kehendak Allah. Itu sebabnya mengapa Rasullullah mengatakan dalam hadis bukti lain bahwa malaikat meniup roh kedalam fetus dan bertanya kepada Allah : wahai Tuhanku! Apakah jenis kelaminya laki-laki atau perempuan? Kemudian Allah menentukanya sesuai kehendak dan malaikat mencatatnya.
2. Pengaruh Lingkungan dalam Perkembangan
Bukti yang terkenal berkenaan dengan hal ini dalah hadis dimana Rasullah saw. Mengatakan bagaimana orang tuan mempengaruhi agama, moral, dan psikologi umum dari sosialisasi dan perkembangan anak-anak mereka. Hadis ini merypakan bukti tekstual yang paling terkenal dari pengaruh lingkungan terhadap seseorang.
“tiap bayi lahir dalam keadaan fitrah. Orang tualah yang membuat ia yahudi, nasrani, atau majusi. Seperti binatang yang lahir sempurna adakah engkau melihat mereka terluka padasaat lahir?”

3. Pengaruh Ketentuan Allah dalam Perkembangan
Meskipun hereditas dan lingkungan merupakan faktor yang tak dapat diragukan sebagai faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia, ada faktor ketiga yang bersifat signifikan dan dominan. Faktor ini adalah kehendak dan kekuatan Allah yang tidak terbatas. Faktor inilah yang memantau dan menjaga besarnya kekuatan alam. Contohnya, perkembangan kognitif bukan semata-mata produk warisan genetik, ataupun semata-mata produk lingkungan. Sebab pada prinsipnya, ia merupakan produk dan kehendak kekuatan Allah. Sehubungan dengan hal ini, hereditas dan kekuatan lingkungan merupakan media dimana Allah menunjukan kecenderungan pola dari perkembangan individu.















BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan pembahasan dalam makalah ini, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Perkembangan adalah Perkembangan merupakan suatu perubahan, dan perubahan ini tidak bersifat kuantitatif, melainkan kualitatif. Perkembangan tidak ditekan pada segi materiil, melainkan pada segi fungsional. Dari uraian ini, perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan kualitatif daripada fungsi-fungsi. Perkembangan hanya dapat diamati dengan memperhatikan perubahan-perubahan dalam bentuk-bentuk tingkah laku pada saat telah tercapai kematangan.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan yaitu Faktor herediter (warisan sejak lahir/bawaan).Faktor lingkungan yang menguntungkan atau merugikan.Kematangan fungsi-fungsi organis dan psikis Aktifitas anak sebagai subyek bebas yang berkemauan, kemampuan seleksi, bisa menolak atau menyetujui, punya emosi, serta usaha membangun diri sendiri (Kartini Kartono, 1995:21)
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dalam perspektif islam yaitu Pengaruh Hereditas dalam Perkembangan, Pengaruh Lingkungan dalam Perkembangan, Pengaruh Ketentuan Allah dalam perkembangan.






DAFTAR PUSTAKA
Purwakania, Aliah. Psikologi perkembangan islam, 2006,PT RajaGrafindo Persada, jakarta.
Baharuddin. Pendidikan & Psikologi Perkembangan, 2009, Ar-ruzz Media, Yogyakarta,
Yuliani, Elfi . Psikologi Perkembangan , 2005, Teras, Yogyakarta.
Fatimah, Enung. Psikologi Perkembangan, 2006, CV Pustaka Setia, Bandung.
Yusuf, Syamsu. Psikologi Perkembangan Anak & Remaja,2005, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.
Tim Penulis Buku Psikologi pendidikan. Psikologi pendidikan . 1995, universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.
soemanto,Wasty. Psikologi Pendidikan, 2006, Rineka Cipta, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar