Kamis, 23 Februari 2012

KEHANCURAN DINASTI ABBASIYAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP PELAKSANAAN PENDIDIKAN DI DUNIA ISLAM



Judul : Kehancuran Dinasti Abbasiyah dan Pengaruhnya Terhadap Pelaksanaan Pendidikan di Dunia Islam
Pengarang : Roli Yandri
Penerbit : Kencana Prenada Media Groub
Tebal Halaman : 11 halaman (183-194)

A. KEHANCURAN DINASTI ABBASIYAH
Dalam sejarah islam, jatuhnya Daulah Abbasiyah pada tahun 1258 M dianggap berahirnya zaman keemasan islam. Pada fase kehancuran Daulah Abbasiyah terdapat beberapa faktor yang menjadi akar kemunduran dinasti ini. Dan di antara faktor tersebut adalah.
1. FAKTOR INTERNAL
Yang dimaksud faktor internal kemunduran dinasti abasiyah adalah faktor yang berasal dalam pemerintahan itu sendiri. Faktor internal tersebut adalah.

a. Konflik internal keluarga istana
Perebutan kekuasaan din kalangan anak-anak kholifah sering mem-bawa kemunduran dan kehancuran pemerintah mereka sendiri.
b. Tampilnya dominasi wilayah
Pada masa khalifah Al Mu’tasim banyak direkrut jajaran militer dari budak-budak Turki. Dan terkadang golongan elit dari mereka diangkat menjadi gubernur di beberapa wilayah Dinasti Abbasiyah. Dalam perkembangan kemudian, militer ini secara berlahan membangun kekuatan dalam daulah. Mereka secara berlahan mengendalikan jalanya administrasi pemerintah daulah Abbasiyah. Sehingga menimbulkan kelemahan pada Abbasiyah.
c. Permasalahan keuangan
Perkembangan peradaban dan kebudayaan dari periode pertama yang menjadikan penguasa untuk bermewah-mewahan dan banyaknya korupsi.
d. Berdirinya dinasti-dinasti kecil
Di berbagai daerah yang ingin membentuk dinasti-dinasti kecil yang melepaskan diri dari bani Abbasiyah. Dari sinilah mulai muncul dinasti Tahiriyah, dinasti Safariyah, Dinasti Idrisiyah sampai kepada dinasti Tulun, Ikhsid dan Hamdaniyah.
e. Luasnya wilayah
Luasnya wilayah yang harus dikendalikan, merupakan penyebab lambatnya penyampaian informasi dan komunikasi.
f. Fanatisme keagamaan
Konflik yang dilatarbelakangi agama tidak terbatas antarmuslim dan Zindig atau Ahlusunnah dengan syi’ah tetapi juga aliran-aliran dalam Islam, sehingga mu’tazilah yang rasional dituduh sebagai pembuat bid’ah oleh golongan salaf.



2. FAKTOR EKSTERNAL
Selain banyaknya faktor dari dalam umat islam, juga terdapat ancaman dari luar yang menyebabkan kehancuran Dinasti Abbasiyah. Di antara faktor itu adalah.
a. Perang salib
Perang salib merupakan simbol perang agama yang timbul atas ketidaksenangan komunitas kristen terhadap perkembangan Islam di Eropa. Orang-orang eropa terpanggil untuk berperang setelah Paus Urbanus II mengeluarkan fatwanya.
b. Serangan tentara mongol
Setelah perang salib, tentara Mongol juga melakukan penyerangan ke wilayah kekuasaan islam. Serangan ini berlangsung selama 40 hari. Kholifah Al Mu’tasim Billah bersama putra-puranya dibunuh oleh tentara Mongol. Turut terbunuh pula guru istana khalifah; Syekh Mukhyidin Yusuf bin Syaik Abil Faraj Ibnul Jauzi.
Dari berbagai masalah internal dan serangan dari luar, mengakibatkan kehancuran-kehancuran yang berdampak terhentinya kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan di dunia islam. Sementara karya-karya pemikir islam berpindah tangan ke kaum masehi.
B. KEHANCURAN DINASTI ABBASIYAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENDIDIKAN DUNIA ISLAM
Dengan kehancuran Dinasti Abbasiyah yang disebabkan oleh beberapa faktor, telah menunjukan dalam dunia islam telah terjadi zaman kemunduran. Masa kemunduran di sini dengan konotasi kemunduran pendidikan yang ditandai dengan kemunduran intelektual. Dalam sejarah kehancuran total yang dihadapi kota-kota pendidikan dan kebudayaan islam mengakibatkan runtuhnya sendi-sendi pendidikan islam dan melemahnya pemikiran islam yang disebabkan antara lain.
1. Telah Berlebihanya Filasafat Islam (yang bersifat sufistik)
Kehidupan sufi berkembang dengan cepat. Keadaan frustasi yang merata di kalangan umat Islam yang menyebabkan manusia kembali kepada Tuhan.ajaran ini dikenal dengan istilah tarekat. Di madrasah-madrasah hanya ilmu agama yang diajarkan, sedangkan ilmu lain tidak masuk dalam pengajaranya.
2. Sedikitnya Kurikulum Islam
Sedikitnya materi kurikulum islam, dengan tidak adanya perhatian kepada ilmu-ilmu kealaman, kurikulum madrasah hanya terbatas pada ilmu-ilmu keagamaan, dengan sedikit gramatika dan bahasa sebagai alat yang diperlukan. Ilmu-ilmu keagamaan murni (tafsir, hadis, fikih dan usul fikih, ilmu kalam dan teologi islam) sudah mulai tertinggal karna penyempitan kurikulum. Madrasah yang di urus kaum sufi adalah ilmu keagamaan yang tujuanya untuk mendekatkan diri pada Allah untuk menyucikan diri dan ilmu sufi lainya.
3. Tertutupnya Pintu Ijtuhad
Pada masa kemunduran ini, pintu ijtihad sudah mulai dianggap tertutup yang disebabkan keruntuhan kota-kota pendidikan islam, sehingga pelaksanaan pendidikan islam sudah banyak dilaksanakan dirumah-rumah para ulama,yang mengakibatkan madrasah kurang berfungsi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar