STRATEGI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MUTU SDM
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata
kuliah Filsafat Pendidikan
dengan dosen pengampu :
Prof. Dr. Abdul Rachman Assegaf
Oleh :
Yunita Fatma pertiwi 10470060
KEPENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
TAHUN 2011/2012
BAB I
PENDAHULUAN
Pendidikan islam mengemban tugas penting, yakni bagaimana mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar umat islam dapat berperan aktif di era globalisasi. Pengembangan SDM bukan persoalan yang gampang dan sederhana. Dala pendidikan, manusia adalah perencana, pelaku, pengendali serta tujuan dari pendidikan. Oleh karena itu pengembangan kualitas SDM merupakan prioritas utama yang harus ditingkatkan, sehingga dengan demikian ia dapat memiliki segala kemampuan yang dibutuhkan dalam pendidikan.
Upaya pengembangan dan peningkatan kualitas SDM dapat dilakukan melalui berbagai jalur, diantaranya melalui pendidikan. Pendidikan ini merupakan jalur peningkatan kualitas SDM yang lebih menekan pada pembentukan kualitas dasar, misalnya keimanan dan ketaqwaan, kepribadian, kecerdasan, kedisiplinan, kreativitas dsb . dalam hal pengembangan SDM, pendidikan memiliki strategis dan mempunyai peran penting sebagai suatu investasi dimasa depan. Karenan secara teoritis, pendidikan adalah dasar dari pertumbuhan ekonomi, dasar dari perkembangan sains dan tegnologi, mengurangi kemiskinan.
BAB II
PEMBAHASAN
HAKIKAT METODE PENDIDIKAN
A. Metode dalam proses pendidikan islam
Dalam proses pendidikan islam, metode mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam upaya pencapaian tujuan, karena ia menjadi sarana yang bermaknakan materi pelajaran yang tersusun dalam kurikulum pendidikan sedemikian rupa sehingga dapat dipahami atau diserap oleh anak didik menjadi pengertian-pengertian yang fungsional terhadap tingkah lakunya.
Tanpa metode, suatu materi pelajaran tidak akan dapat berproses secara efektif dan efisien dalam kegiatan belajar-mengajar menuju tujuan pendidikan.
Dalam proses pendidikan islam, metode dapat dikatakan tepat-guna bila mengandung nilai-nilai intristik dan ekstrinstik sejalan dengan materi pelajaran dan secara fungsional dapat dipakai untuk merealisikan nilai-nilai ideal yang terkandung dalam tujuan pendidikan islam.
Ada tiga aspek nilai yang terkandung dalam tujuan pendidikan islam yang hendak di realisasikan melalui metode yang mengandung watak dan relevansi, yaitu ; pertama, membentuk anak didik menjadi hamba Allah yang mengabdi kepada-Nya semata, dan kedua, bernilai edukatif yang mengacu pada petunjuk Al-Quran dan yang ketiga, ialagh berkaitan dengan motivasi dan kedisiplinan sesuai ajaran Al-quran yang disebut pahala dan siksaan.
Adapun prisnip-prinsip metodelogis yang dijadikan landasan psikologis untuk memperlancar proses kependidikan islam yang sejalan dengan ajaran islam adalah ;
1. Prinsip Memberiksn Suasana kegembiraan
Prinsip ini dapat dijabarkan dari sabda Nabi SAW. Kepada sahabat beliau untuk diutus untuk melakukan dakwah kepada Gubernur Romawi di Damaskus, yaitu Mu’azd Ibn Jabal dan Abu Musa Al=Asy’ari sebagai berikut :
Artinya : “ permudahlah mereka dan jangan mempersulit, gembirakanlah mereka dan jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan mereka menjauhi kamu”
Dari berbagai firman Allah yang menyuruh pada pendidik untul memberikan kegembiraan kepada orang-orang yang beriman., orang yang bersabar, orang yang berbuat kebaikan dan sebagainya.seperti firmanya :
وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا قَالُوا هَذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Artinya : “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik bahwa mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya...” (QS. Al-Baqaraha ; 25)
2. Prinsip memberikan layanan dan santunan dengan lemah lembut
Firman Allah :
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Artinya : “Maka disebabkan rahmad dari Allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu, karena itu maafkanlah mereka memohonlah ampun bagi mereka” (QS. Ali Imran : 159)
3. Prinsip kebermaknaan bagi anak didik
Artinya : “Berbicaralah kamu kepada manusia sesuai dengan kadar kemampuan akal pikiran mereka”
4. Psinsip Prasyarat
Untuk menarik minat anak didik diperlukan mukadimah dalam langkah-langkah mengajar bahan pengajaran baru yang dapat memadukan perhatian dan minat mereka ke arah bahan tersebut. Dimulai dan diberi contoh dari apa yang berada disekitar lingkungan.
5. Prinsip Komunikasi Terbuka
Guru mendorong anak didik untuk membuka diri terhadap segala hal atau bahan-pelajaran yang disajikan kepada mereka. Sehingga mereka dapat menyerapnya menjadi bahan apersepsi dalam pikiranya.
6. Prinsip Pemberian Pengetahuan yang Baru
Anak didik ditarik minat dan perhatianya pada bahan-bahan pengetahuan yang baru bagi mereka. Agar peserta didik selalu mendapat informasi yang baru, dan semakin bisa untuk beradaptasi dengan lingkunganya.
7. Prinsip Memberikan model Perilaku yang Baik
Anak didik dapat memperoleh contoh perilaku melalui pengamatan dan peniruan yang tepat-guna dalam proses belajar mengajar, misalnya seperti firman Allah :
Artinya : “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasullullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut (nama) Allah”
8. Prinsip Praktek (pengamalan) secara aktif
Mendorong anak didik untuk mengamalkan semua pengetahuan yang telah diperoleh dalam proses belajar mengajar, atau pengalaman dari keyakinan dan sikap yang mereka hayati dan pahami sehingga nilai-nilai yang telah ditransformasikan atau diinternalisasikan ke dalam diri manusia didik menghasilkan buah ynag bermanfaat bagi diri dan masyarakat sekitar
Firman Allah yang menunjukan pentingnya. Mengamalkan pelajaran yang telah mereka pahami dan hayati ialah seperti ayat-ayat Al-Quran sebagai berikut :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, menga[a kamu mengatakan apa yang tidak kamu berbuat. Amar besar kebencian di sisi allah bahwa kamu mengatakan apa-apa tetapi tidak kamu kerjakan” (QS. As-Saf:2-3)
9. Prinsip-prinsip lainya
Prinsip-prinsip lainya, yaitu prinsip kasih sayang dan prinsip bimbingan dan penyuluhan terhadap anak didik.
Sabda Nabi :
Artinya : “Tidaklah termasuk suatu golonganku orang yang tidak menyayangi kepada yang lebih muda (lebih kecil) dan tidak mengetahui kewajibanya terhadap yang tua (lebih besar)”
B. MODEL PENGEMBANGAN POTENSI DIRI DALAM MENINGKATKAN SDM
Berikut 17 model pengembangan potensi diri melalui berbagai model pembelajaran efektif yang ditawarkan oleh John P. Miller,
1. Model pengembangan ego (ego development)
Model yang dikenal sebagai pengembangan ego, tujuan pokoknya adalah bagaimana setiap krisis perkembangan peserta didik dapat dipecahkan secara efektif. Unruk dikembangkan suatu proses pembelajaran dengan cara mengenali tahapan perkembangan ego peserta didik, dan pembelajaran menyesuaikan dengan tahapan tesebut.
2. Model pengembangan jiwa (psychological education)
Model pengembangan kejiwaan bertujuan untuk merealisasikan kebebaan belajar. Proses pembelajaran dimulai dengan mengenali tahap perkembangan peserta didik, dan pembelajaran menyesuaikan dengan perkembangan tersebut. Semua itu dilakukan berdasarkan taksiran akibat yang akan terjadi dari setiap perkembangan jiwa, khususnya pada usia remaja. Dalam hal ini pendidik penting memahami akan kebutuhan peserta didik dan mengkaitkan kegiatan pembelajaran dengan kebutuhan mereka.
3. Model pengembangan jiwa sosial (psychosocial model)
Perkembangan ini bertujuan merealisasikan identitas pribadi dan kemandirian pesertaa didik guna mendorong kemampuanya berhubungan dan berkomunikasi dengan orang lain.
4. Model pengembangan moral (moral development)
Perkembangan ini bertujuan untuk menghindari tahap kemunduran dan mencapai kebebasan dari penalaran konvesional. Pendidik berperan menumbuhkan suasana diskusi yang terbuka dengan mendorong peserta didik melakukan penalaran yang kokoh.
5. Model pengembangan penjernihan nilai (values clarification)
Perkembangan ini bertujuan untuk menjelaskan nilai pribadi dalam memahami orang lain. Tugas pendidik adalah menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan menggembirakan. Dengan demikian diharapkan peserta didik dapat saling bertukar nilai.
6. Model pengembangan identitas diri (edentity education)
Model pengenalan identitas diri bertujuan untuk menciptakan kesan diri peserta didik itu baik dan mampu mengendalikan diri dalam hubunganya dengan orang lain. Peran pendidik adalah memelihara perhatian peserta didik dalam keterkaitanya dengan materi kegiatan atau kurikulum.
7. Model perkembangan pertemuan kelas (classrom meeting)
Model pengembangan pertemuan kelas sesungguhnya adalah pengalaman pengambilan keputusan. Tujuan mengembangkan pengenalan diri melalui diskusi terhadap suatu problem
8. Model pengembangan bermain peran (role playing development)
Model ini bertujuan mengembangkan konsep diri yang positif, ketrampilan menyelesaikan masalah dan kekompakan kelompok. Peran pendidik adalah menciptakan suasana keterbukaan untuk uji coba peran dan mengikuti permainan peran.
9. Model pengembangan pengarahan diri (self-directed development)
Bertujuan mendorong peserta didik berfungsi secara penuh. Proses pembelajaran meliputi kegiatan menciptakan suasana terbuka dan setiap peserta didik menetukan sendiri pola belajarnya.
10. Model pengembangan pengarahan diri (communication development)
Yaitu suatu model latihan kepekaan berkomunikasi yang bertujuan untuk menumbuhkan kecakapan berempati, respek yang jujur, konfronsi dan penyikapan diri.
11. Model kepekaan pertimbangan (sensitivty consideration)
Yaitu model kepekaan memahami orang lain yang bertujuan menumbuhkan kepekaan, kebutuhan, dan perasaan orang lain.
12. Model pengembangan transaksi sosial (transactional analysis)
Yaitu suatu model yang bertujuan agar peserta didik cakap berkomunikasi secara terbuka bagi pertumbuhan diri pribadi setiap peserta didik.
13. Model pengembangan relasi kemanusiaan (human relation)
Yaitu suatu model yang bertujuan untuk meningkatkan kecakapan mendiagnosa dan berperan dalam kelompok dari setiap pesrta didik. Tujuanya adalah meningkatkan kecakapan meneliti perasaan orang dan kecakapan belajar.
14. Model pengembangan meditasi (meditation development)
Yaitu suatu model yang bertujuan untuk memusatkan kesadaran pemusatan diri. Proses pembelajaran dilakukan dengan menjelaskan tekhnik meditasi.
15. Model pengembangan sinektik (synectic development)
Yaitu suatu model yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan daya kreatif akademik dan kemampuan imajinasi.
16. Model pengembangan pendidikan pertemuan (confluent eduacation)
Yaitu suatu model yang bertujuan untuk mempermudah peserta didik untuk mengabungkan semua aspek kesadaran guna mengembangkan tanggapan yang menyeluruh.
17. Model pengembangan psikosintesis (psychosynthesis development)
Yaitu suatu model yang bertujuan untuk memperoleh kepuasaan penggabungan suatu aspek kesadaran yang bertentangan.
Pengembangan sumber daya menusia (SDM) merupakan bagian dari ajaran islam, yang dari semula telah mengarah manusia untuk berupaya meningkatkan kualitas hidupnya yang dimulai dari pengembangan budaya kecerdasan. Ini berarti bahwa titik tolaknya adalah pendidikan yang akan mempersiapkan manusia itu menjadi makhluk individual yang bertanggung jawab dan mahluk sosial yang mempunyai rasa kebersamaan dalam mewujudkan kehidupan yang damai, tentram, tertib, dan maju, dimana moral kebaikan (kebenaran, keadilan, dan kasih sayang) dapat ditegalkan sehingga kesejahteraan lahir bati dapat merata dinikmati bersama.
Strategi adalah jantung dari tiap keputusan yang diambil kini dan menyangkut masa depan. Tiap strategi selalu dikaitkan dengan upaya mencapai sesuatu tujuan di masa depan, yang dekat maupun jauh. Tanpa tujuan yang ingin diraih, tidak perlu disusun strategi. Selanjutnya, suatu strategi hanya dapat disusun jika terdapat minimal dua pilihan. Tanpa itu, orang cukup menempuh satu-satunya alternatif yang ada dan dapat digali.
Adapun strategi yang dipilih oleh Langulung terdiri dari dua model, yaitu strategi pendidikan yang bersifat makro dan strategi pendidikan yang bersifat mikro.
A. Strategi Pendidikan yang Bersifat Makro
Strategi pendidikan yang bersifat makro biasa dilakukan oleh para pengambil keputusan dan pembuat rencana pendidik (aducation planner) atau dalam hal ini adalah pemerintah. Strategi makro ini memiliki cakupan luas dan bersifat umum, artinya bukan dilakukan oleh satu atau segelintir orang saja, namun melibatkan masyarakat secara keseluruhan. Strategi yang diusulkan terdiri dari tiga komponen utama, yaitu tujuan, dasar, dan prioritas dalam tindakan.
1. Tujuan
Segala gagasan untuk merumuskan tujuan pendidikan di dunia Islam haruslah memperhitungkan bahwa kedatangan islam adalah permulaan baru bagi manusia. Islam datang untuk memperbaiki keadaan manusia dan menyempurnakan agama.
2. Dasar-dasar Pokok
Dasar-dasar pokok pendidikan islam, yaitu :
a. Keutuhan (syumuliyah)
Pendidikan islam haruslah bersifat utuh, artinya memperhatikan segala aspek manusia : badan, jiwa, akal, dan rohnya. Pendidikan dalam rangka pengembangan SDM, ditemukan al-Quran, menghadapi peserta didiknya dengan seluruh totalitas unsur-unsurnya. Al-Quran tidak memisah unsur jasmani dan rohani tetapi merangkaikan pembinaan jiwa dan pembinaa akal, sekaligus tidak mengabaikan jasmaninya
b. Keterpaduan
Kurikulum pendidikan islam hendaknya bersifat terpadu antara komponen yang satu dengan yang lain dengan memperhatikan hal berikut : (1). Pendidikan haruslah memberlakukan individu dengan memperhitungkan ciri kebribadianya : jasadnya, jiwa akal dan roh.(2).
c. Kesinambungan / Keseimbangan
Pendidikan islam haruslah bersifat kesinambungan dengan memperhatikan aspek-aspek berikut : 1) sistem pendidikan itu perlu memberi peluang belajar pada tiap tingkat umur, tingkat persekolahan dan setiap suasana.2) sistem pendidikan islam itu selalu memperbarui diri atau dinamis dengan perubahan yang terjadi.
d. Bersifat ilmiah
Pendidikan islam haruslah memandang sains dan tegnologi sebagai komponen terpenting dari peradaban modern, dan memberi perhatian khusus ke berbagai sains dan teknik modern dalam kurikulum dan berbagai aktivitas pendidikan, hanya ia harus sejalan dengan semangat islam.
e. Bersifat Prakital
Kurikulum pendidikan islam tidak hanya bisa bicara secara teoritis saja, namun ia harus dipraktekan. Karena ilmu tak akan berhasil jika dipraktekan atau realita.
3. Prioritas dalam tindakan
a. menyekolahkan semua anak yang mencapai usia sekolah, dan membuat rancangan agar mereka memperoleh pendidikan dan ketrampilan.
b. Penganekaragaman jalur pengembangan disemua tahap pendidikan dan pembimbingnya ke arah fleksibel.
c. Meninjau kembali materi dan metode pendidikan (kurikulum) supaya sesuai dengan semangat islam dan ajaran-ajaranya, dan bagi berbagai kebutuhan ekonomi, teknik, dan sosial.
d. Administrasi dan perencanaan. Pada tahap administrasi patutlah dimudahkan hubungan yang fleksibel pada administrasi, pembentukan teknisi-teknisi yang mampu, dan mempraktekan sistem desentralisasi.
B. Strategi Pendidikan yang Bersifat Mikro
Maksudnya dalam pelaksanaan strategi pendidikan yang bersifat mikro adalah dalam pelaksanaanya yaitu secara individu. Ruang lingkup strategi ini lebih menitikberatkan pada strategi yang harus dilakukan oleh individu seorang muslim pakar-pakar dalam bidang pendidikan memusatkan pada metode tazkiyah. Di antara metode tazkiyah adalah :
1) Sembahyang (shalat)
2) Puasa
3) Zakat
4) Haji
5) Membaca Al-Qur.an
6) Zikir
7) Bertafakur pada makhluk Allah
8) Mengingat kematian
9) Muroqabah, muhasabah, mujahadah, dan muatabah
10) Jihad, amar ma.ruf, dan nahi munkar
11) Khidmat dan tawadu
12) Mengetahui jalan masuk setan ke dalam jiwa dan menghalanginya
13) Mengetahui penyakit hati dan menghindarinya.
.
BAB III
KESIMPULAN
A. Metode dalam proses pendidikan islam, yaitu : Prinsip Memberiksn Suasana kegembiraan, Prinsip memberikan layanan dan santunan dengan lemah lembut, Prinsip kebermaknaan bagi anak didik, Psinsip Prasyarat , Prinsip Komunikasi Terbuka, Prinsip Pemberian Pengetahuan yang Baru, Prinsip Memberikan model Perilaku yang Baik, Prinsip Praktek (pengamalan) secara aktif, Prinsip-prinsip lainya.
B. Strategi yang bersifat makro terdiri dari tiga komponen utama, yaitu pertama, tujuan pendidikan Islam yang mencakup pembentukan insan shaleh dan masyarakat shaleh.Kedua, dasar-dasar pokok pendidikan Islam.
C. strategi yang bersifat mikro hanya terdiri dari satu komponen saja, yaitu tazkiyah al-nafs (pembersihan jiwa). Tazkiyah itu bertujuan membentuk tingkah laku baru yang dapat menyimbangkan roh, akal, dan badan seseorang sekaligus. Diantara metode tazkiyah tersebut ialah: shalat, puasa, zakat, haji, membaca al-Qur.an, zikir, tafakur,, jihad, amar ma.ruf nahi munkar, tawadhu,menghalangi pintu masuk setan ke dalam jiwa, dan menghindari penyakit hati.
D. Dalam konteks upaya peningkatan kualitas SDM, kita dapat berkata bahwa jika tujuan pengembangan SDM, terbatas pada upaya meningkatkan produksi dan pengembangan ekonomi, jika yang dimaksudkan dengan pengembangan SDM, adalah mewujudkan manusia seutuhnya untuk menyukseskan tugas kekhalifahan, maka keduanya harus diupayakan untuk dipadukan, yang bertujuan untuk mencapai keridhaan ilahi. Kualitas SDM tidak akan sempurna tanpa ketangguhan mental-spiritual keagamaan. Sebab, penguasaan iptek belaka tidaklah merupakan salah-satunya jaminan bagi kesejahteraan manusia secara keseluruhan
DAFTAR PUSTAKA
Hamruni. Strategi dan model pembelajaran aktif menyenangkan, Yogyakarta : fakultas tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, 2009
Hanafiah. Konsep strategi pembelajaran, Bandung :Refika Aditama, 2009
Ihsan, Hamdani . Filsafat pendidikan islam , Bandung : Pustaka setia,1998
Jurusan kependidikan Islam. Antologi Kependidikan Islam , Yogyakarta: fakultas tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, 2010
Miarso, yusufhadi. Menyemai benih tegnologi pendidikan. Jakarta : Kencana Prenada Media Grub, 2009
Suryono, yoyon. Pengembangan sumber daya alam. Yogyakarta : Gama Media, 2008
Zaini, hisyam dkk. Strategi pembelajaran aktif diperguruan tinggi. Yogyakarta : CTSD, 2002
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar